MITOS — Beberapa pengunjung yang bermaksud untuk menjenguk salah seorang anggota keluarganya yang sementara dirawat, telah diteror oleh hantu penunggu tempat tersebut. Rumah bersalin yang terletak di bilangan jalan Daeng Tata I ini memang sudah lama berdiri, namun lantaran kurangnya pasien yang datang berkunjung, membuat suasana terlihat sepi tanpa aktivitas, dan tidak nampak terlihat seperti di beberapa rumah bersalin pada umumnya, dalam balutan suasana penuh mistis dan menyeramkan, ditambah hadirnya beberapa ekor anjing yang bebas berkeliaran di dalam area itu, serta minimnya petugas yang membuat pengunjung berfikir untuk masuk ke dalam sehingga meninggalkan kesan angker.
Teror yang dilakukan oleh hantu pertama kali dialami oleh Dianto Mantra (37) tahun, saat itu melihat sosok kuntilanak yang berdiri tegak dengan rambut terurai kedepan menutupi wajahnya, pria yang bekerja sebagai security di salah satu pembiayaan mobil ini bercerita dengan ekspresi wajah pucat dan bulu kuduk merinding kala mengingat kejadian yang masih hangat ia alami, saat ditemui oleh wartawan BugisPos di tempatnya bertugas.
Dia mengungkapkan bahwa Sabtu tanggal 8 Agustus 2015 malam ia datang berkunjung, saat semua orang sedang serius bercengkerama ia juga asyik bermain game online kesukaan menggunakan handphone miliknya sembari menduduki tempat tidur kosong di dalam ruangan tersebut.
Namun tiba – tiba ia merasakan seperti ada yang sedang berdiri di belakangnya, saat menoleh ke belakang itulah ia melihat sosok kuntilanak, dan walau berulang kali menoleh tetap saja sosok tadi tetap setia berdiri di belakangnya. Perasaan dalam dirinya berkecamuk membuatnya bagai membintangi sebuah film horror yang sering di tontonnya, namun ia tetap diam seribu bahasa lantaran tak kuasa tuk berucap apalagi berteriak.
Begitupun handphone layar sentuh yang tadinya asyik dimainkan serta merta tidak mampu menerima perintah dari jarinya meski diulang beberapa kali. Melihat gelagatnya yang aneh beberapa pengunjung dan kerabat yang lain menegurnya, serta mengajaknya untuk pulang saja.
Setelah tiba dirumah iapun lantas menghubungi ibu Hatijah dan memberitahukan bahwa ia baru saja melihat penampakan di dalam kamar yang di tempati anaknya, tapi oleh ibu Hatijahia, dianggap hanya berhalusinasi saja namun ternyata diam-diam ia juga mengalaminya.
Ibu Hatijah Dg. So’na (48) tahun, merupakan ibu dari pasien yang sedang dirawat, saat dikonfirmasi tentang yang dialami Dianto Mantra oleh wartawan BugisPos pada Senin malam tanggal 10 Agustus 2015 di rumah bersalin itu, dengan paras wajah yang nampak kaget dan pucat serta dengan berat hati akhirnya ia menyampaikan bahwa kemarin ia memang mengalami hal aneh, yang membuatnya merasa ketakutan.
Iapun menceritakan kejadian ketika buang air kecil di toilet, ia melihat air yang ingin dipakainya untuk bersih-bersih seketika berubah menjadi warna darah saat menadah air dari kran dengan menggunakan gayung (timba). Awalnya ia merasa tidak yakin dengan apa yang dilihatnya namun begitu ia keluar dari toilet dengan membawa air tersebut, seketika itu juga jantung berdebar dengan sangat kencangnya apalagi setelah dengan tiba-tiba melihat air yang tadinya berwarna darah tersebut berubah menjadi warna biru. Saking paniknya tanpa ia sadari gayung yang sementara dipegangnya langsung dihempaskan ke dalam toilet. Dengan sangat terpaksa ia meminta kepada petugas agar diberi kamar sebelah buat bersih-bersih di toilet, setelah itu iapun menyadari bahwa memang ada keanehan pada kamar yang ditempatinya.
“Saya kira cuma di film televisiji yang ada seperti itu, ternyata ada betulki pale ” tuturnya.
Dan ternyata apa yang ia alami tidak sampai di situ saja. Setelah malam semakin larut ia masih di hadadapkan oleh teror lainnya dimana pintu toilet langsung terbuka dengan sendirinya. Ia menyangka bahwa pintu itu tertiup angin namun kondisi menyimpulkan bahwa saat itu pintu kamar lagi tertutup, maka dicobalah untuk menutup pintu toilet tersebut. Tapi betapa jengkelnya ia karena begitu pintu toilet ditutup seperti ada yang menahan pintu hingga terjadi saling tarik menarik pintu dan selang beberapa lama, pintu dilepaskannya sembari berucap “ambilmi “, hingga terhempas kedalam dan terbuka lebar. Setelah dibiarkan beberapa waktu tiba-tiba pintu tertutup dengan sendirinya.
Keesokan harinya, ditemani wartawan BugisPos dan beberapa orang kerabatnya menghadap petugas rumah bersalin untuk menyampaikan apa yang telah terjadi. Namun hanya mendapatkan jawaban dingin dari petugas penjaga yang tidak ingin namanya di publikasikan.
Saat ditanya oleh wartawan perihal air kran yang berubah menjadi warna darah ? ” oh…itu karena ada perbaikan sumur bor pak ! “, jawabnya. Namun jawaban itu tidak serta merta diterima oleh kerabat yang lain bernama Erma Yulianti, hingga menimbulkan perdebatan kecil sebab jawabannya dianggap semata alasan saja.
Menurutnya itu dapat dibuktikan saat minta pinjam kamar toilet di sebelahnya dan tidak terjadi hal-hal seperti yang terjadi pada kamar yang ditempatinya, ” klo memang ada perbaikan sumur bor pasti seluruh kamar dis ini kotor airnya, tapi kenapa kamar di sebelah bersihji…? “, tanya Erma Yulianti (39) tahun kakak ipar pasien. Namun tidak mendapat jawaban dari petugas yang diam membisu seolah menutupi sesuatu.
Erma juga menambahkan bahwa beberapa keluarga menyampaikan, mereka merasakan aroma yang sama dan berbau mistis setiap kali datang berkunjung dan itu. Ini disampaikan setelah mereka sudah tidak dilokasi dengan alasan takut diteror juga, sehingga setiap kali mau berkunjung pasti ada yang membawa garam. Sebagian masyarakat di Makassar memang menganggap garam bisa mengusir hantu.Ali.

