
MITOS — Asrama Sipur (Seni Tempur) yang terletak di Jl.Rajawali Makassar yang merupakan bangunan peninggalan Belanda, yang dibangun tahun 1816, sampai saat ini menjadi kompleks asrama TNI kesatuan Sipur di lingkup Kodam VII/Wirabuana
Seperti bangunan-bangunan peninggalan Belanda pada umumnya, asrama Sipur di tempat ini luar biasa menyeramkan. Bila malam sudah tiba, aroma mistik di tempat ini sudah mewarnai kompleks yang dihuni sekitar 100 jiwa dari keluarga Kesatuan Sipur.
Kesaksian Suprapto, anggota TNI dari Batalyon Sipur berpangkat Bintara yang sudah cukup lama menjadi penghuni arsama ini, luar biasa membuat bulu kuduk merinding. Salah satu peristiwa di malam hari yang disaksikan dengan mata kepala sendiri oleh Suprapto, ialah munculnya sosok barang halus yang terlihat nyata di hadapannya, ialah sosok bertubuh tinggi besar yang tiba-tiba memotong kepalanya sendiri.
“Saya kaget luar biasa melihat kejadian itu. Dan herannya, sebab leher sosok mahluk menyerupai manusia ini tidak berdarah walaupun nyata-nyata terpotong oleh parang” ungkap Suprapto yang ditemui MITOS di kantor Dispenda lantai 3 Jl.Urip Sumoharjo Makassar, Rabu 28/9/16.
Suprapto bercerita, di asrama ini sepertinya dihuni oleh kelompok jin bercampur dengan roh manusia. Di masa lalu di asrama ini sepertinya memang sudah duhuni kelompok jin sejak ratusan tahun, serta roh-roh manusia yang kemungkinan mati terbunuh di tempat ini.
Di asrama ada gudang. Gudang ini biasa dijadikan tempat menghukum anak-anak asrama yang nakal. Dan mereka yang pernah dimasukkan ke gudang minta ampun luar biasa. Mereka bilang lebih baik dia dipukuli daripada dimasukkan ke gudang. Masalahnya teryata orang disel di gudang ini maka segala rupa model penampakan yang mengerumuninya, ada mahluk yang tak berkepala, muka rata, wajah penuh luka, wajah penuh darah, dana macam-macam penampakan lainnya. Apalagi gudang dalam keadaan gelap tanpa lampu penerangan.
Pernah Suprapto berjalan di asrama, seorang tetangga menegur mengapa banyak anak-anak yang ikut di belakangnya. Suprapto tersenyum dab menjawab, ahh ini biasa ji bu. Rupanya sang ibu itu paham bila Suprapto diikuti anak-anak jin, dan Suprapto ternyata punya penglihatan gaib. Dia bisa melihat sosok mahluk halus.
Sekali waktu juga muncul penampakan seekor tikus raksasa yang besarnya seperti kerbau. Tikus ini ada beberapa orang yang sempat melihat selain Suprapto, yang kemudian membuat geger penghuni asrama. Pada waktu yang lain, Suprapto menyusun batu bata untuk dinding pelindung. Tetapi susunan batu bata ini selalu saja kembali terbongkar dan berserakan setiap sudah disusun rapi. Bila batu bata sudah dia susun rapi, lalu masuk kamar asrama, terdengar ada yang mengetuk-ngetuk dinding rumah … tok .. tok ..tok … Begitu Suprapto keluar dia kembali melihat batu bata itu sudah berhamburan. Ini sangat aneh memang.
Di asrama Sipur ini terdapat dua pintu masuk. Salah satu pintu masuk pernah ditutup rapat dengan tembok. Anehnya, sejak pintu masuk ini ditutup muncul sejumlah musibah, termasuk musibah kebakaran. Dengan musibah yang berentetan ini ada orang pintar yang menegur, agar pintu ini dibuka kembali. Karena dengan ditutupnya pintu ini justeri mahluk halus yang mendiami kompleks asrama merasa terganggu sehingga timbul banyak musibah. Dan setelah pintu masuk itu dibuka kembali musibah sudah tak pernah terjadi.
Sekali waktu ada seorang yang barusan datang ke asrama, karena di asrama ada keluarganya. Orang itu langsung mengatakan bahwa di asrama ini ada sebuah lubang yang di dalamnya tersimpan emas dalam jumlah besar, sambil menunjuk ke sebuah lubang yang memang terdapat di salah satu sudut halaman asrama. Hanya saja, kata orang ini, emas ini tidak bisa diambil begitu saja kecuali penjaganya dari kalangan mahluk halus sudah mau menyerahkan. Bila mereka belum mau menyerahkan emas ini, maka emas tersebut juga sulit ditemukan karena akan terlindung dari penglihatan manusia.
Demikian banyak hal gaib di arsama ini, namun menurut Suprapto, seluruh penghuni asrama menganggap hal-hal aneh dan mistik yang selalu muncul sudah menjadi hal biasa. Mereka para penghuni asrama sudah terbiasa dengan penampakan mahluk halus di tempat ini. Penghuni juga tidak pernah ada yang sampai sakit karena melihat atau merasakan ada mahluk halus di dekat mereka. Kehidupan para penghuni asrama senantiasa berjalan normal tanpa ada rasa takut, meskipun di kompleks asrama juga duhini oleh mahluk halus yang sering menampakkan diri. darna

