Tuesday, October 18, 2016

Petugas jemaah haji Indonesia
Petugas jemaah haji Indonesia
MITOS  Jemaah haji Indonesia yang tiba di tanah suci Arab Saudi memang seringkali mengalami hal-hal aneh. Dan hal-hal aneh yang dialami bentuknya beragam. Apalagi jemaah haji yang datang ke Mekkah selama di tanah air sering melakukan hal-hal aneh.
Pada perjalan haji tahun ini, yang kini sudah dalam proses perjalanan pulang ke tanah air, tatkala mereka berada di Medinah, dilaporkan bahwa 12 ribu lebih jamaah haji Indonesia yang tiba di kota Nabi, Madinah Al Munawwarah dan berada di kota tersebut selama 9 hari untuk melaksanakan sunnah Arbain di Masjid Nabawi serta berziarah ke makam Rasulullah, ternyata banyak mengalami juga hal aneh.
Sejak kedatangan kloter pertama jamaah haji dari Indonesia di Madinah pada 9 Agustus, beberapa jamaah haji dikabarkan mengalami gangguan kesehatan, bahkan tak sedikit jamaah haji Indonesia yang mengalami dimensia akut atau hilang ingatan.
“Jika ada lingkungan yang baru lagi, mereka bisa kambuh lagi. Pikiran jadi kacau dan akhirnya lupa lagi,” katadr Noki Irawan Saputra, salah satu petugas TKHI (Tim Kesehatan Haji Indonesia) yang berwenang menangani kesehatan jamaah haji Indonesia di Klinik Kesehatan Haji, Madinah.
Menurut Noki, para jamaah haji yang mengalami hilang ingatan ini kebanyakan terserang gangguan lantaran kondisi sekitar tidak mempedulikan.
“Kami sampaikan kepada teman satu kelompoknya agar saling membantu. Jangan ditinggalkan dan saling mengawasi. Takutnya mereka tersesat atau hilang. Dalam gejala gawat, penderitanya bisa muter-muter, panas, kejang-kejang bisa head stroke dan bahkan kematian,” sambungnya.
Kemudian Noki mencontohkan salah satu pasien dengan kasus hilang ingatan, Watem dari Brebes, Jawa Tengah, yang mengalami hilang ingatan sangat parah lantaran teman-teman sekitar mengacuhkannya sehingga mengalami lupa ingatan.
“Ibu Watem ini mengaku masih berada di rumahnya di Jawa Tengah dan seminggu lagi akan berangkat naik haji. Padahal sekarang ini dia sudah berada di Madinah. Ibu ini punya keterbatasan. Butuh bantuan dan tidak bisa dibiarkan sendirian,” tambahnya.
Dia menambahkan, sejak kedatangan jamaah haji Indonesia tanggal 9 lalu, sedikitnya ada tiga orang mengalami hilang ingatan. Dua terpaksa dirawat sementara satu lagi diperbolehkan bergabung dengan jemaah haji lainnya di hotel. “Ini baru tiga yang ditangani, apalagi pas sudah di Makkah yang suasananya lebih ramai,” pungkas dr Noki saat di Madinah. darna
Sumber: kabarmakkah.com
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

mind

Categories

Visitors

Sample Text

Flag Counter







Fanspage

Popular Posts