
MITOS – Tahun ini tahun baru Islam 1 Muharram jatuh pada tanggal 2 Oktober 2016. Itu artinya Hari Asyura tanggal 1 hingga 10 Muharram sebagai tenggang waktu puncak peringatan tahun baru Islam, yang dirayakan oleh segenap umat muslim di seluruh dunia dengan cara berbeda-beda sesuai dengan kultur dan pemahaman mereka tentang hari yang bersejarah tersebut.Fenomena Asyura Ramai-ramai Beli Baskom
Di Indonesia, hari Asyura dirayakan dengan cara berbeda-beda pula, ada acara Tabot di Sumatera, perarakan di Bangil Jawa Timur serta acara Buburu Tujuh Rupa atau Peca Pitu Rupa ( bubur tujuh jenis ) di Sulawesi Selatan.
Akan tetapi yang paling sering dilakukan setiap bulan Muharram tiba, para ibu rumah tangga berburu baskom dan gayung air. Ini dimulai sejak tanggal 1 Muharram dan puncaknya tanggal 10 Muharram. Seluruh supermarket hingga pasar tradisional dipenuhi oleh orang-orang yang membeli dua jenis barang tersebut. Tak mengenal suku apa mereka, agama apa mereka yang semuanya berpendapat bahwa baik katanya membeli baskom atau gayung air pada hari asyura.
Tingkat penjualan untuk kedua jenis barang tersebut memang meningkat tajam hingga mencapai 300 %, ini dapat dilihat dari pusat-pusat pembelanjaan, yang mana setiap pengunjung memborong kedua jenis barang itu.
Apa yang sebenarnya terjadi pada tanggal 10 Muharram itu?. Itulah yang muncul dibenak ketika melihat fenomena ini yang berlangsung sejak dahulu tanpa pernah diketahui awal tradisi ini.
Dari ceramah-ceramah dimesjid yang biasa diperdengarkan mengatakan bahwa 10 Muharram ini merupakan hari yang sangat bersejarah dan sarat dengan makna diantaranya : Pada tanggal 10 Muharram terselamatkannya nabi Musa as dari Firaun, dan pada tanggal 10 Muharram padamnya api raja Namrud yang membakar nabi Ibrahim as. Kalau itu yang terjadi pada tanggal itu, lalu apa hubungannya dengan baskom dan gayung air !. Bingung kan ?
Ada sedikit fakta sejarah yang terkuak tentang kejadian besar pada tanggal 10 Muharram yaitu terjadinya pembantaian besar-besaran terhadap keluarga Rasulullah di Karbala, Irak. Lebih dari 99 orang keluarga nabi beserta pengikutnya dibantai ditempat itu. Puncaknya ketika cucu Rasulullah, Al Husain Bin Ali yang dalam setiap kesempatan Rasulullah sering mengatakan bahwa Al Hasan dan Al Husain adalah pemuka pemuda surga dibantai serta di mutilasi ditempat itu lalu kepalanya ditusuk dengan tombak kemudian diarak keliling kota Kufah di Irak hingga ke kota Damaskus atas perintah paduka Yazid Bin Muawiyah. Dan pada hari itu dikota Damaskus yang merupakan pusat pemerintahan islam, diumumkan bahwa pemberontak dari kalangan Khawarij telah berhasil dikalahkan dan kepalanya sedang dibawa keDamaskus.
Pada hari itu, semua jalan-jalan dikota Damaskus dihiasi dengan hiasan yang berwarna-warni. Semua rakyat Damaskus bersuka cita mendengar kabar itu. Mereka pada hari itu memborong segala perabotan rumah untuk mempercantik rumah mereka, menyambut para pahlawan yang telah mengalahkan musuh negara mereka.
Sayang sungguh sayang kisah pilu 10 Muharram ini tak pernah diperdengarkan dimesjid-mesjid melalui ceramah, sehingga Kita perlu ke toko buku untuk sekedar menguak kisah sejarah 10 Muharram ini.
Dua kisah yang sangat kontradiktif yang terjadi pada tanggal 10 Muharram walaupun berbeda waktunya, satunya kisah penyelamatan Tuhan kepada nabiNya dan satunya lagi kisah pembantaian cucu kesayangan nabi. Jadi Asyura itu memperingati penyelamatan nabi Musa dan nabi Ibrahim atau memperingati pembantaian terhadap keluarga Rasulullah di Karbala ?. Ataukah Asyura itu hanya memperingati Hari Membeli Baskom dan Gayung air semata. Tambah bingung kan ?
Pertautan sejarah 10 Muharram dengan tradisi membeli baskom dan gayung air, dapat diambil dari dua kisah diatas. Apakah tradisi membeli baskom karena memperingati penyelamatan nabi Allah, atau karena pesta masyarakat islam pada pemerintahan Yazid bin Muawiyah menyambut pahlawan mereka ketika membunuh cucu nabi Muhammad SAW. Sekarang anda yang merenung cocok yang mana kisahnya ?
Melihat kisah diatas tentu ada yang menggeleng bingung, adapula yang menahan nafas tak percaya atau mungkin adapula yang tak peduli akan kisahnya karena memang ini hanya sebuah renungan ketika melihat fenomena membeli baskom dan gayung air.(Awing)

