
MITOS –Pembunuh Waria Dharma Putra Nurdin alias Fara ditemukan tewas di tempat usahanya di Salon Fara, Jalan Kom Yos Sudarso, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat. Polisi memastikan waria tersebut korban pembunuhan pada Jumat (19/8/2016) sekitar pukul 22.30 WIB.
Hasil otopsi Tim Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar menyebutkan jika korban mati lemas. “Hasil otopsinya mati lemas, jadi korban ini dibunuh,” kata Kasatreskrim Polresta Pontianak Kompol Andi Yul Lapawesean, Sabtu (20/8).
Andi menuturkan, diduga korban sudah meninggal dua sampai tiga hari yang lalu. “Tim sudah sejak Minggu 19/8/16 melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Dengan hasil otopsi ini tentu sangat membantu kami untuk mengungkap pembunuhan waria ini,” ucapnya.
Lanta siapa pembunuh Fara ? Ternyata pelakunya tertangkap dengan cepat atas kegesitan pihak pepolisian setempat. Perstiwa ini cukup menhebohkan kota Pontianak.

Motifnya ternyata terkuak dengan ditangkapnya pelaku pembunuhan, Dharmawan Syahputra. Usai menjalani pra rekontruksi, Sabtu (27/8/2016) sore, ternyata pelaku pembunuhan ini mendapatkan pengalaman mistis yang membuatnya ketakutan. Tersangka Dharmawan Syaputra bercerita dalam perjalanan ke sel tahanan Mapolresta Pontianak seusai pra rekonstruksi, bahwa dirinya mendapatkan pengalaman mistis setelah dia membunuh Fara.
Dharmawan mengisahkan pengalamannya, bahwa dia bermimpi didatangi roh atau hantu Farah pada setiap malam, itu mulai terjadi sejak malam pertama dia membunuh Fara hingga malam-malam selanjutnya.
Dharmawan menjadi sangat ketakutan setiap roh Farah datang dalam mimpinya. Seolah-olah Farah datang bertanya mengapa Dharmawan membunuhnya. Hal itu terlihat raut muka Fara yang dingin tetapi dengan tatapan mata yang tajam penuh kebencian. Hanya saja roh Fara tak mengucapkan kata apapun.
Dan yang lebih mengejutkan Dharmawan, sebab selain mimpi didatangi Fara, ia juga sempat tersentak bangun setelah bermimpi ada tiga orang personel polisi menangkapnya di rumah keluarganya di Deli Serdang, Medan.
Dan ternyata mimpi itu menjadi kenyataan sebab benar-benar dia didatangi tiga personel Polresta Pontoanak yang langsung menangkapnya.
Atas kejadian itu, Dharmawan mengungkapkan permintaan maafnya kepada pihak keluarga korban, atas apa yang telah dilakukannya hingga berujung hilangnya nyawa Fara.
“Kepada pihak keluarga korban yang telah saya rugikan, saya minta maaf segala-galanya. Kepada pihak polisi, orangtua saya juga, saya minta ampun,” ujarnya di dampingi Kanit Jatanras, Ipda Suryadi.
Selain itu, Dharmawan juga meminta ampunan kepada istrinya, Yuliana, atas kasus yang sedang menimpanya saat ini.
“Kepada istri, minta maaf saya, apa yang saya lakukan ini saya minta maaf. Kepada pihak korban saya mohon ampun, minta ampun. Terima kasih,” sambungnya.
Tim Gaib MITOS mengatakan, apa yang dialami pelaku pembunuhan tersebut adalah disebabkan rasa takut yang menghantuinya. Karena rasa takut itulah yang membuat dia menjadi lemah sehingga roh korban dengan mudah masuk kedalam mimpinya. Dan hal seperti ini juga banyak dialami oleh pembunuh lainnya, yang dengan mudah didatangi oleh hantu orang yang dibunuhnya.
Logika gaib menginyasatkan, bahwa orang yang dibunuh sudah pasti rohnya akan gentayangan mencari orang yang membunuhnya. Dan pada saat itulah si pembunuh akan ketakutan akibat tekanan psikologi yang dengan mudah diteror oleh hantu orang yang dia bunuh. darna

