Tuesday, October 18, 2016

illustrasi mengganggu orang shalat
illustrasi mengganggu orang shalat
MITOS — Memiliki kebiasaan mengganggu seseorang yang lagi sementara shalat memang  merupakan suatu tindakan yang  tidak terpuji, namun tetap saja yang namanya manusia ada saja yang memiliki kebiasaan centil atau usil kadang kita jumpai baik di mesjid, mushallah, kantor dan rumah.
Hal ini bisa kita lihat, bukan saja di kalangan anak-anak namun ada juga kalangan remaja hingga orang dewasa. Di masa lampau, masa kini atau mungkin masa depan nanti. Kebanyakan dari mereka memang belum begitu memahami, betapa sakral dan tingginya kedudukan ibadah yang namanya shalat yang merupakan bekal kita untuk menghadap kepada Yang Maha Kuasa.
 Melihat fenomena yang sering kali dianggap sepele ini, mendorong siapa saja untuk meningkatkan perhatian terhadap pendidikan dalam bidang agama kepada anak di usia dini. Namun banyak juga yang langsung menegur saat menyaksikan ada anak yang menggaggu temannya saat shalat, namun ada juga yang melakukan pembiaran karena merasa lucu.
Syahril Djalaluddin yang lahir di Makassar 32 tahun silam, saat ini berdomisili di perumahan Mangga Tiga, Daya Makassar. Bapak dari 3 orang putri ini bercerita, yang di masa SMK sering sekali mengerjai sahabatnya yang lagi shalat dengan menaruh helm di tempat duduk pada saat temannya sedang sujud dalam shalat, sehingga pada saat bangun dari sujud, sahabatnya langsung  terpental kedepan. Atau dia memasang  momok wajah yang sangat lucu sehingga mengundang sahabat yang sementara mengusahakan untuk khusyuk dalam shalat menjadi ikut tertawa.
Sampai suatu waktu dia bermimpi didatangi sosok berjubah putih  mengendarai kuda, yang dalam mimpinya dia mendapat teguran untuk tidak mengulangi segala perbuatan yang sering ia lakukan.
Dia juga bercerita “ngeri bos” klo diingat tentang mimpi itu. Ia juga enggan untuk menceritakan lebih detail  peristiwa yang  ia alami dalam mimpi itu, sehingga sampai saat ini ia tidak lagi berani mengganggu  sahabatnya yang lagi shalat, malah dia skarang  menjadi orang sangat rajin sholat dan membimbing anak dan istrinya untuk lebih giat dalam shalat.
Berbeda dengan yang dialami oleh Widi Pariwisata , pria kelahiran Cilacap tanggal 11 Mei  1985 ini, dia bekerja  pada salah satu perusahaan swasta di bilangan Jalan Sultan Alaudin, kota Makassar. Dia bercerita kepada  wartawan MITOS di tempat ia bekerja. Dia cerita bahwa senang  sekali mengganggu sahabatnya  yang lagi shalat pada saat jam istirahat. Dia bukannya turut serta dalam mengerjakan shalat malahan dengan usilnya memasang wajah  tersenyum lucu di hadapan yang lagi shalat, hingga  membuyarkan konsentrasi untuk khusyuk dalam shalat.  Suatu waktu pada  saat jam istirahat dia mengalami suatu situasi yang  ia tidak mengerti sama sekali ;
“dibilang mimpi ? bukan, dibilang sadar ? tapi perasaan seperti tertidur,  entah apa namanya itu mas” ucapnya.
Dalam suasana demikian dia melihat sosok bertubuh tinggi, besar, hitam  dan sangat menyeramkan dengan membawa pemukul seperti pentungan  besar  yang  dibalut duri yang sangat banyak mendatanginya dan langsung menghajarnya tanpa sepatah kata atau basa basi yang sontak membuat Widi berteriak minta ampun sembari menanyakan “apa salah saya?”.   Setiap pertanyaan yang ia ajukan langsung dihadiahi pukulan yang berulang.  Sekitar 6-7 kali bertanya ia hanya mendapat pukulan tanpa dijawab. Akhirnya dia menjadi lemas dan sadar  sembari bertanya dalam hati apa mungkin ini akibat dari perbuatannya yang sering mengganggu orang  yang lagi shalat ?
Sehabis itu badanku serasa lemas dan mau rontok smua mas, ucapnya. Dan dari kejadian itu, dia tidak lagi mau mengganggu sahabat-sahabatnya yang lagi shalat. Hanya saja dia juga mengakui dan sadar diri belum bisa dan  masih terasa berat untuk melaksanakan shalat, sambil bercanda sang wartawan berkata : “apa menunggu kedatangan malaikat maut yang membawa pentungan atau akan mencabut nyawa, baru mas mau shalat?, dengan tersenyum dan wajah yang pucat ia menjawab : “mudah-mudahan tidak deh mas, tobat  yang benar-benar  tobat  saya dari ngusilin teman-teman” ali
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

mind

Categories

Visitors

Sample Text

Flag Counter







Fanspage

Popular Posts